Irawan (Lurah Gaharu), Hendra (Lurah Sidodadi)
Bermula dari
ketidakpuasan dan rasa kecewa terhadap program pemerintah untuk menjaring orang-orang
PEMI yang dirasa telah memakan banyak anggaran namun tidak memiliki dampak
maupun manfaat yang signifikan terhadap lingkungan masayrakat. Program seperti
menjaring PEMI lalu mengirim mereka ke RSJ untuk mendapat penanganan selama 2
minggu lalu dikembalikan lagi ke masyarakat, dinilai menjadi program yang hanya
berjalan begitu saja dan merasa project kesehatan mental yang diperkenalkan
oleh YNLM dinilai sebagai program yang serupa dengan pemerintah yang kompleks
dan dirasa tidak perlu ada program serupa dihadirkan di kelurahan.
Project
Kesehatan mental melalui musyawarah kelurahan menjelaskan isu tentang kesehatan
mental, mengapa penting memahami kesehatan mental dengan benar, pentingnya
memperhatkan, melindungi orang-orang dengan gangguan Kesehatan mental,
bagaimana menolong orang lain dan diri sendiri jika mengalami gangguan kesehatan
mental di masyarakat. Kini perlahan membuka wawasan baru bagi mereka bahwa
kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan warga secara
keseluruhan, sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang selama ini menjadi
fokus utama program kelurahan.
Mereka mulai
mengerti esensi dari program kesehatan mental, serta peran konkret yang bisa
mereka ambil di masyarakat. Mereka pun mulai melihat celah dan peluang untuk
menyebarkan informasi kesehatan jiwa yang benar kepada warga, sesuatu yang dulu
jarang terpikirkan.
Bersama
fasilitas kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, pihak kelurahan
memahami bahwa merekalah pihak terdekat dengan warga, dan karena itu memiliki
tanggung jawab besar untuk memastikan tidak ada lagi warga dengan gangguan
kesehatan jiwa yang terpinggirkan atau tidak terlindungi haknya.